-->

IBX5A740B417051C

Sunday, October 26, 2008

Biografi ST 12

LINE UP

Vocal : Muhammad Charly van Houten
Guitar : Dedy Sudrajat
Drums : Ilham Febry

Guitar : Iman Rush [2005]




ST12 adalah grup musik beraliran musik Melayu. ST12 didirikan di Bandung oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar).

Awalnya, keempat personel ini tak saling kenal, meski mereka telah lama berkecimpung di dunia musik. Mereka mulai akrab setelah sering bertemu di studio rental di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung, milik Pepep. Mereka pun akhirnya resmi mendirikan ST12 pada tanggal 20 Januari 2005. Nama ST12 yang merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 adalah nama pemberian ayah Pepep, Helmi Aziz.
Meski keempat personel ini memiliki aliran musik favorit yang berbeda, Charly menggemari jazz, Pepep suka jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock, namun mereka kompromi untuk membuat ST12 beraliran melayu.

ST12 terpaksa merilis album perdana mereka melalui jalur independent (indie) karena tak ada label yang mau menampung mereka. Sayang, pada bulan Oktober 2005, saat tur promosi album di Semarang, Iman Rush meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak.

Trinity Optima Production mulai melirik ST12 setelah album perdana, JALAN TERBAIK (2005), meraih sukses. Album kedua, P.U.S.P.A (2008) yang didedikasikan untuk Iman, dirilis di bawah label Trinity.


Kenang Iman Rush

JAKARTA INDONESIA,
KESETIAKAWANAN menjadi pedoman yang dipegang teguh oleh kelompok musik pop asal Bandung, ST12, ini dibuktikannya (Jumat, 4 Juli 2008), di Jakarta. Lewat acara launching album terbaru mereka bertajuk “PUSPA”, ST12 mencurahkan perasaannya kepada penonton tentang mendiang kawannya yang telah meninggal dunia, Iman Rush.
ST12 adalah grup band yang memiliki formasi awal dengan empat personel; Charly (vokal), Pepep (dram) dan Pepeng (gitar),dan Iman Rush (gitaris). Setelah ditinggal Iman Rush, ST12 tetap eksis berkarya dengan dukungan beberapa personal tambahan (additional player).
Dalam album teranyarnya, ST12 mengandalkan tembang “PUSPA” dan “Saat Terakhir” untuk meraih hits diblantika musik Indonesia. Diakui Charly, lagu “Saat Terakhir” merupakan persembahan ST12 untuk kawan mereka yang telah meninggal, Iman Rush.
Dalam konser sekaligus launching semalam, tak bisa dipungkiri, personel ST12 larut dalam kesedihan. Pemicunya adalah lagu “Saat Terakhir” yang membuat sang Vokalis meneteskan air mata.
Sebenarnya lagu “Puspa” bukan lagu dengan intonasi lambat dan mendayu-dayu, seperti kebanyakan lagu sedih. Lagu Puspa yang dibawakan sempurna oleh ST12 memiliki irama riang ala chacha. Liriknya pun jenaka. Simak saja syairnya; “Jangan jangan kau menolak cintaku, jangan-jangan kau tak trima cintaku. Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I Love You padaku,” begitu penggalan lirik bagian reffrain lagu itu.
Bagi seluruh personel ST12, Iman Rush adalah sosok yang baik dan setia kawan. “Iman adalah pedoman hidup dan inspirator kami,” ujar Pepep.
Sebagai informasi, nama ST12 diambil dari nama jalan dimana mereka berkumpul, yakni Jalan Stasiun Timur Nomor 12, Bandung. Mengawali karir sebagai band indie, mereka sempat melahirkan hits “Aku Sayang Padamu”. Namun, dialbum kedua ini mereka direkrut label Trinity Production.( http://www.indonesiantunes.com/)


ST12 Geber Single Kedua

Kapanlagi.com - Setelah single Puspa dari album kedua yang bertajuk PUSPA berhasil mendulang sukses, kini ST12 kembali menggeber single kedua bertajuk Cari Pacar Lagi. Single tersebut masih dalam proses penggarapan video klip, dengan model Wulan Guritno.
Diungkapkan oleh Charlie, vokalis ST12, Rabu (13/8), video klip dengan lokasi penggarapan di Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut berkonsep ‘konyol’ sesuai dengan tema lagu.
“Ini video klip yang beda, karena lebih dramatis dari sebelumnya. Dan kita berperan bukan sebagai diri kita,” tuturnya.
Untuk konsep secara keseluruhan, ST12 mempercayakan semua pada sutradara Abimael Gandhi. “Kita hanya memberikan sedikit masukan dan sutradara menerjemahkan lagu dalam bentuk visual,” urai Charlie.
Soal dipilihnya Wulan Guritno sebagai model didasarkan pada hubungan simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan dua pihak.
“Kita tahu siapa Wulan Guritno banyak penggemar, dengan melihat Wulan mereka juga akan lihat ST12,” terang Pepep, drummer ST12. (Rabu, 13 Agustus 2008/ Kapanlagi.com)

About The Author:

Ferdy Hendrawan [Administrator of this Blog]

Seorang self-employed lulusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya dengan konsentrasi Rekayasa Komputer.
Kunjungi juga blog saya yang baru di Fair_De's Corner


Let's Get Connected: Twitter | Facebook | Google Plus | YouTube

2 comments:

  1. wah biografinya bagus banget and mengharukan hiks......hiks..... suksesya album berikutnya

    ReplyDelete
  2. aqx le gk mnta nox msng" prsonilnx st12???

    ReplyDelete

Feel free to ask if you have any questions..
Don't forget to thick "Notify me" so you can know when I'm answer your question later..
Or you also can bookmarking this post..

Thank you :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More